Thursday, October 30, 2008

Puding Tape Ketan Hijau

Ini dia satu lagi resep berbahan tape yang pernah saya coba, kali ini jenis tape-nya tape ketan hijau. Awalnya sih sekedar browsing2 resep puding, sampai akhirnya ketemu resep ini di blognya Pak Budi Sutomo (link nya ada di bawah) dan setelah dicoba ternyata ketagihan, sudah lebih dari 3 kali lo saya membuatnya.
Puding Tape Ketan Hijau
Sumber klik di sini ; untuk 20 porsi
Bahan A:
1 pack bubuk agar tanpa warna
100 g gula pasir
½ sdt pasta pandan/pewarna hijau
200 ml susu tawar cair/santan
350 ml air
¼ sdt garam halus
Bahan B:
1 pack bubuk agar tanpa warna
100 g gula pasir
400 g tapai ketan hijau
500 ml air
¼ sdt garam halus
Bahan C:
1 pack bubuk agar tanpa warna
100 g gula pasir
300 ml susu tawar cair/santan
200 ml air
¼ sdt pasta vanili/vanili bubuk
¼ sdt garam halus

Cara membuat :
1. Adonan A : Larutkan bubuk agar dengan air, gula pasir dan garam di dalam panci, aduk rata. Didihkan sambil terus diaduk hingga mendidih. Tambahkan susu tawar cair dan pasta pandan/pewarna hijau. Didihkan kembali. Angkat.
2. Adonan B : Larukan bubuk agar dengan air, gula dan garam di dalam panci. Masak hingga mendidih. Tambahkan tapai ketan hijau, masak hingga mendidih. Angkat.
3. Adonan C : Larutkan bubuk agar denga air, gula pasir dan garam, aduk rata. Masak sambil terus diaduk hingga mendidih. Tuang susu tawar cair dan pasta vanili/vanili bubuk. Masak hingga mendidih kembali. Angkat.
4. Penyelesaian : Ambil cetakan puding yang telah dibasahi dengan sedikit air matang. Tuang adonan C, dinginkan hingga mengeras. Tuang adonan B di atasnya, bekukan kembali. Terakhir tambahkan adonan A, dinginkan hingga membeku. Keluarkan dari cetakan, potong-potong. Sajikan dingin.

Tips dari Pak Budi :
::
Lapisan pudding akan lepas dan tidak bisa melekat sempurna jika menuang adonan lapisan saat pudding sudah terlalu keras. Tuang adonan lapisan puding saat lapisan bawah sudah mengeras namun belum terlalu keras.
:: Memasak adonan pudding sebaiknya dengan api sedang dan terus diaduk agar susu atau santan tidak pecah.

Jika dicermati, komposisi air dalam setiap adonan + 500 ml, tapi setelah dicoba dan disesuaikan dengan selera pribadi takaran airnya sedikit saya kurangi menjadi 400-450 ml. Oia...walaupun step2nya lumayan panjang, tapi ga seribet yang dibayangkan kok…tenang aja, saya sudah membuktikan sendiri. ;-)

3 comments:

adedevi belajar masak said...

Halo Mba Ratri....
wah....jadi pengen nyoba nih....
pasti enak ya...sluurrpppp :) mau nyoba juga ah.....thanks resepnya ya :)

pruvita said...

halo mba devi..:-)
silahkeun aja kalo mau nyobain,saya juga cuma nyontek dr resepnya Pak Budi kok mba...kapan2 aku juga mau nyontek cake nya mba devi nih,keren2 loo... ;-)

Budi Sutomo, S.Pd said...

Thanks ya udah di cobain resepnya. salam.